BACA BERITA SEKILAS BERITA

Saat anak perwira Polri terlibat pembakaran Mapolres Dharmasraya

Duniabola99.com –  Kebakaran melanda Mapolres Dharmasraya, Sumatera Barat, Minggu (12/11) dini hari. Semua bangunan ludes terbakar.

Kebakaran diketahui saat petugas piket melihat asap yang mengepul. Kemudian petugas menghubungi pemadam kebakaran.

Di tengah proses memadamkan api, petugas melihat dua orang yang diduga kuat sebagai pelaku pembakaran melarikan diri. Karena keduanya melawan, polisi mengeluarkan tembakan peringatan. Namun keduanya membalas dengan melakukan serangan. Polisi lantas melumpuhkan dengan senjata api. Dua orang itu tewas.

“Keduanya meninggal dunia,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto saat dihubungi Duniabola99.com, Minggu (12/11).

Tindakan tegas diambil kepolisian setelah terduga pembakar Mapolres Dharmasraya, sempat menyerang petugas menggunakan panah. Sejumlah barang bukti diamankan polisi dari keduanya adalah kertas berisi tulisan tangan ajakan untuk berjihad.

Dalam surat tersebut tertulis nama Abu Azzam Al Arkhobiliy, tertanggal 21 Safar 1439 H atau Hari Jumat (10/11). Satu busur panah, dua sangkur, satu pisau, delapan anak panah dan satu sarung tangan.

Akibat peristiwa tersebut, seluruh bangunan Markas Polres Dharmasraya ludes terbakar. Selain itu, satu unit mobil dinas Kapolres Dharmasraya AKBP Roedy Yulianto, yang saat kejadian terparkir di samping rumah dinas juga turut hangus terbakar. Namun Kapolres sendiri berhasil diselamatkan.

Kapolres Dharmasraya AKBP Roedy Yulianto mengatakan, waktu awal kebakaran semua anggota fokus berusaha memadamkan api di bangunan utama Polres. Namun tak disadari pelaku juga berupaya membakar mobil dinasnya.

Dia menambahkan, jika malam itu Mapolres dijaga sekitar 25 anggota. Sementara akibat kebakaran itu sembilan tahanan dievakuasi.

“Tapi api cepat dipadamkan dan tidak merembet ke rumah,” katanya.

Sementara dari penyelidikan diketahui dua pelaku bernama Eka Fitria Akbar (24), beralamat Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Satu pelaku lainnya bernama Engria Sudarmadi, (25) beralamat Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Dari koordinasi dengan Densus 88 dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) keduanya memang terindikasi dengan jaringan teroris. Jenazah keduanya dibawa ke RS Bhayangkara Padang untuk diidentifikasi.

Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan, satu pelaku bernama Eka Fitra adalah anak dari perwira Polri. Ia merupakan anak dari Iptu M. Nur, anggota Polri dengan Jabatan Kanit Reskrim Polsek Plepat, Polres Muaro Bungo, Polda Jambi.

Eka sudah lama tak tinggal bersama ayahnya dan memilih mengontrak bersama istri dan anaknya dikontrakan milik Samsul Bahri (64). Dia mengontrak di Jalan Damar Lrg. Bulian Nomor 14 RT 08 RW 03, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi.

“Iya betul, tapi yang bersangkutan sudah lama meninggalkan rumahnya dan sudah tidak ada hubungan dengan orangtuanya, termasuk orangtuanya juga dilakukan investigasi secara mendalam,” ujar Syafruddin di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/11).

Eka yang tinggal bersama dengan satu orang istri dan satu orang ini diketahui merupakan penjual es di Jalan Diponegoro samping Lrg. H. Fahrudin. Namun pekerjaan itu belum lama dilakukannya.

Eka terakhir kali meninggalkan rumah pada hari Sabtu tanggal 11 November 2017 sekira 18.30 WIB, dengan berjalan kaki dan tidak ada meninggalkan pesan-pesan kepada orang tua maupun istri.

Eka bahkan pernah berkeinginan melakukan jihad ke Suriah. Keinginannya itu bahkan pernah diungkapkan kepada orang tuanya.

“Eka Fitra Akbar, pernah bercerita kepada orang tua perempuannya bahwa dirinya ingin berjihad ke Suriah,” kata Karopenmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen Rikwanto melalui keterangan tertulis, Jakarta, Senin (13/11).

Rikwanto mengatakan, keluarga meminta jenazah Eka Fitra dimakamkan di wilayah Dharmasraya. Menurut Rikwanto, sang ayah M. Nur, ingin anaknya dimakamkan sesuai dengan ajaran Islam yaitu dimandikan, disalatkan dan dikuburkan.

“Pihak keluarga telah memutuskan untuk tidak akan melihat pelaku (anaknya) ke Dharmasraya. Namun suatu saat akan berziarah kubur dengan meminta aparat kepolisian Polres Dharmasraya untuk mengantar ke lokasi pemakaman,” ujarnya.

M. Nur, yang juga anggota Polri dengan Jabatan Kanit Reskrim Polsek Plepat, Polres Muaro Bungo, Polda Jambi, ini menyesalkan perbuatan anaknya tersebut. Mewaliki pihak keluarga dia meminta maaf terhadap keluarga besar Polri dan masyarakat akibat perbuatan Eka.

“IPTU Muhamad Nur selaku orang tua dan mewakili pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf secara umum kepada Kepolisian dan khususnya kepada seluruh personil Polres Dharmasraya atas perbuatan anaknya yang telah membakar Mako Polres Dharmasraya,” tandasnya.

Berita Terkini :