BERITA LUCU,UNIK & INSPIRASI Lifestyle

Pria Perlu Tahu, 8 Tanda Kadar Testosteron Rendah

DuniaBola99.com – Testosteron merupakan hormon pria yang sangat penting untuk membangun otot dan mendukung kehidupan seksual.  Tapi, reseptor hormon ini sebenarnya ada di seluruh tubuh Anda, mulai dari otak, tulang hingga pembuluh darah Anda.

Itu sebabnya, jika kadar testosteron Anda rendah, yang terganggu bukan hanya kehidupan seksual, tapi kesehatan secara umum. Menurut ahli endokrin dari University of Washington, Bradley Anawalt M.D, tes darah perlu dilakukan untuk mengetahui secara pasti berapa kadar hormon ini.

Kadar testosteron sekitar 300 nanogram perdeclilteter (ng/dl) atau lebih rendah dianggap rendah. Untuk mencegah efek dari kadar yang rendah tersebut, sebenarnya bisa diperbaiki dengan terapi testosteron. Sayangnya, sebagian pria tidak menyadari kadar testosteronnya rendah walau sudah mengalami penurunan kualitas hidup.

Berikut ini 8 gejala yang menunjukkan rendahnya kadar testosteron.

1. Melemahnya hasrat seks

Gejala penurunan testosteron yang paling sering dialami dan paling dikenal adalah rendahnya libido. Menurut ahli urologi Philip Werthman, di Los Angeles, hampir setiap pasien yang berkonsultasi dan terdeteksi mengalami penurunan testosteron mengeluhkan rendahnya hasrat seksual.

Selain itu, mereka juga mungkin tidak berminat lagi pada masturbasi dan hanya sedikit memiliki fantasi dan mimpi erotis.

Adam Ramin, ahli bedah urologi dan direktur medis spesialis kanker urologi mengatakan bahwa area otak yang terlibat dengan hasrat seksual, termasuk amigdala (bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi), dipenuhi oleh reseptor testosteron.

Hormon ini berfungsi seperti tombol yang membangkikan gairah seksual. Tanpa itu, Anda kehilangan satu langkah penting dalam kehidupan seks. “Kurangnya keinginan untuk berhubungan seks dapat menyebabkan masalah pada ereksi,” kata Ramin.

2. Otot menyusut

Testosteron berperan besar dalam pembentukan kondisi anabolik atau membangun otot, dengan cara memproduksi dan merakit protein yang membentuk massa otot.

Werthman menjelaskan bahwa ketika kadar testosteron turun, kondisi tubuh akan berubah menjadi katabolik, menghancurkan jaringan otot dan bukan membangunnya.

Suatu penelitian di Jepang membuktikan bahwa pria dengan kadar testeron rendah berisiko 2-3 kali lipat kehilangan otot seperti yang terjadi saat kita menua.

3. Ukuran penis mengecil

Tanpa aliran testeron yang stabil, jaringan di penis, skrotum, dan testikel akan mengalami atrofi atau mengerut. “Akibatnya, penis mungkin kehilangan panjang dan ketebalannya. Selain itu, buah zakar juga mengalami penyusutan,” jelas Ramin.

Terapi penggantian testosteron tidak akan mengembalikan volume testis. Tapi, terapi ini mampu mengembalikan performanya.

Seperti dilansir dari The Indian Journal of Urology, terapi testosteron pada anak laki-laki dengan mikropenis dapat meningkatkan ukurannya hingga satu inci setengah.

4. Perut buncit

Setelah Anda kehilangan ukuran simbol kejantanan, yang menyakitkan lagi ukuran perut akan semakin membesar.

Menurut sebuah penelitian dari Australia, pria dengan kanker prostatmemiliki 14 persen lebih banyak lemak tubuh dan lemak viseral sebanyak 22 persen setelah satu tahun terapi kekurangan androgen, pengobatan yang mematikan efek hormon testosteron.

Lemak viseral adalah lemak perut dalam yang terbentuk di sekitar organ tubuh dan meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.

Para peneliti menduga bahwa testosteron rendah inilah yang dapat meningkatkan aktivitas enzim yang disebut lipoprotein lipase. Senyawa ini menggerakkan lipid yang bersikulasi ke dalam lemak viseral. Akibatnya lingkar perut makin lama terlihat membesar.

5. Kemampuan otak menurun

Masalah pada otak sering terjadi pada pria dengan kadar testosteron rendah. Riset tahun 2015 dari Australia menemukan bahwa pria dengan kadar testosteron menurun selama 5 tahun juga mengalami penurunan nilai pada tes fungsi mental dan ingatan mereka.

Selain amigdala, area otak yang penting untuk memori dan perhatian, – seperti serebrum – juga memiliki reseptor testosteron. Tak heran jika kadar hormon laki-laki ini rendah, pengaruhnya ikut dirasakan otak.

6. Memperburuk mood

Beberapa efek samping dari testosteron rendah, seperti disfungsiseksual dan penambahan berat badan, dapat memperburuk suasana hati.

Dilansir dari The Endocrine Journal, 23 persen pria muda dengan testosteron rendah yang didiagnosis menderita depresi, dibandingkan dengan hanya 5 persen orang muda dengan tingkat hormon normal.

Terlebih lagi, gangguan mood seperti depresi atau kegelisahan bisa memicu lingkaran setan. Depresi dapat menekan kemampuan testis Anda untuk memproduksi testosteron. Tentunya ini memperburuk masalah.

7. Tulang rapuh

Tulang adalah jaringan hidup yang dapat rusak dan tumbuh kembali. Namun saat kadar testosteron turun, tulang akan lebih cepat rusak daripada proses pembentukannya kembali.

Anawalt menerangkan bahwa hal ini akan merusak kepadatan tulang, mengakibatkan osteoporosis dan risiko patah tulang yang tinggi.

8. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Efek kadar testosteron pada risiko masalah jantung memang masih jadi kontroversi di kalangan para ahli. Di lain pihak, kadar testosteron rendah mungkin terkait dengan masalah jantung.

Riset dari Inggris menemukan pria dengan kadar testosteron rendah memiliki risiko lebih besar meninggal akibat penyakit jantung dibandingkan pria dengan tingkat hormon yang normal.

Ini mungkin karena testosteron dapat membantu membuka pembuluh darah ke jantung sehingga memungkinkan darah mengalir lebih leluasa.

Sementara itu, beberapa penelitian menyarankan bahwa terapi testosteron – terutama pada pria yang lebih tua atau mereka dengan kelainan jantung – dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke.

Jika Anda ingin menggunakan terapi testosteron, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter tentang manfaat dan risikonya.

Berita Terkini :