BACA BERITA SEKILAS BERITA

5 Tahun bina rumah tangga, begini perlakuan keji Helmi pada Dokter Letty

Duniabola99.com –  Dokter Letty Sultri mungkin menyesal atas pernikahannya dengan Helmi. Lima tahun membina rumah tangga, bukan kasih sayang yang didapat, Letty malah jadi korban kelakuan keji suaminya.

Anggota keluarga sejak awal sudah curiga dengan perubahan fisik Letty setelah dinikahi Helmi. Saat bertemu keluarga, sering kali ada luka lebam di bagian tubuhnya.

“Setiap ditanya sama ibu atau kakak kenapa tangan biru? Jatuh katanya. Tapi kejadian itu terus berlangsung,” kata Afifi, kakak kandung Letty.

Keduanya berkenalan di akun media sosial Facebook. Beberapa bulan kemudian, Letty mengenalkan Helmi pada keluarga. Saat itu, keluarga tak melihat ada yang aneh dengan sosok pria yang mengaku lulusan kedokteran kampus Trisakti.

Perangai buruk Helmi mulai terlihat setelah dia resmi mempersunting Letty. Bahkan semakin menjadi-jadi dalam lima tahun terakhir.

Sebagai kepala rumah tangga, Helmi tak punya pekerjaan tetap setelah dipecat dari klinik kecantikan, tempatnya dulu bekerja. Sejak itu pula, hidupnya lebih banyak luntang lantung. Selebihnya, dia menghabiskan waktu dengan main game dan bila tak ada uang, Letty akan dipalak.

“Dokter tapi tidak bekerja, tidak memberikan nafkah. Dulunya awal menikah, bekerja di klinik kecantikan kemudian keluar, habis itu enggak tahu keluar, enggak kerja lagi. Setiap diberi pekerjaan oleh almarhumah, tidak bertahan lama,” ungkap Afifi.

Kondisi rumah tangga yang tak sehat coba dijalani Letty dengan sabar. Meskipun fisik dan hatinya berulang kali terluka, Letty coba menjalani.

Tak sampai di situ jejak buruk Helmi. Meski tak pernah memberi nafkah, namun dia ingin menguasai harta Letty. Termasuk saat membeli senjata api, uang yang dia pakai hasil penjualan mobil milik Letty senilai Rp 45 juta.

Tak ingin dianggap gagal membina rumah tangga, lagi-lagi Letty berusaha menutup rapat perilaku Helmi kepadanya. Namun upaya menutupi bangkai Helmi akhirnya tercium keluarga.

Kesal mendengar ulah Helmi pada Letty, keluarga menyarankan berpisah. Namun saat itu, Letty memilih bertahan karena tak mau jadi istri durhaka. Seperti yang diungkapkan kakak kandung, Yeti Rahman.

“Sudah beberapa kali KDRT sebenarnya sudah ketakutan, ketika itu pihak keluarga men-support dia supaya ada keberanian untuk membela diri, tapi dia masih juga mau jadi istri soleha, dia tetap seperti istri melakukan kewajiban dia, tetapi setelah KDRT yang parah ini mencoba mau dibakar diseret,” ungkap Yeti.

Berdasarkan cerita yang pernah didapat keluarga, Helmi pernah mencekik, menduduki kepala, sampai memukul Letty dengan handphone-nya sampai barang tersebut pecah.

Letty tetap sabar punya keyakinan suatu hari suaminya akan berubah. Keyakinan Letty itulah akhirnya membuat keluarga tak bisa berbuat banyak.

“Almarhumah mau, kan kita tidak bisa memisahkannya, tapi kita tetap menasihati. Korban sempat optimis, pernah bilang Insya Allah berubah
si pelaku,” ujar Yeti.

Tindakan biadap Helmi lainnya, dia berniat membakar hidup-hidup sang istri. Helmi coba membakar dr Letty menggunakan potongan kain yang dimasukan ke dalam bensin lalu dilemparnya ke arah ranjang. Beruntung niat buruk Helmi tak terjadi.

Berada di puncak kesabaran, akhirnya dokter Letty berani mengambil keputusan bercerai. Rupanya, giliran Helmi yang naik pitam. Dia menolak dicerai.

Saking emosinya, dia mendatangi klinik tempat dokter Letty bekerja. Pertemuan keduanya diawali dengan cekcok. Sampai akhirnya, terjadi peristiwa tragis itu. Helmi melepaskan enam kali tembakan ke arah dokter Letty. Seketika tubuh dokter Letty tumbang.

Usai menembak Letty, Helmi sempat kabur meski akhirnya menyerahkan diri dengan alasan takut digebuk warga. Kini Helmi harus bertanggung atas luka yang dirasakan dokter Letty lahir dan batin.

Berita Terkini :