SEKILAS BERITA

Digerebek saat berjudi sabung ayam, sopir angkot di Kupang lompat ke sungai

Duniabola99.com  – Seorang sopir angkot diduga tenggelam di bendungan Tarus, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (13/1) sore. Korban atas nama Rony Nubatonis (29), warga Desa Mata Air itu diduga melompat ke sungai setelah tempat berjudi sabung ayam digerebek anggota Polres Kupang.

Karena belum pulang ke rumah hingga Sabtu petang, keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke aparat desa. Kepala Desa Mata Air, Benyamin Kanu mengaku mendapat informasi dari teman-teman Rony bahwa ketika digerebek polisi mereka lari berhamburan dan korban melintasi arus sungai. Diduga kuat saat itu Rony terbawa arus ke dalam bendungan.

“Ternyata tadi sore itu dia ikut dengan teman temannya judi ayam di lokasi Kelurahan Tarus yang berbatasan dengan desa saya. Lalu ada operasi dari polisi kemudian menurut informasi yang saya dapat itu bahwa dia waktu begitu ada informasi bahwa operasi polisi mereka kabur dari lokasi perjudian itu,” kata Benyamin kepada wartawan.

 

Benyamin menambahkan, lokasi perjudian sabung ayam berada di sekitar area bendungan. Ketika digerebek polisi , jalan satu-satunya untuk menyelamatkan diri dari jeratan hukum mereka nekat menyeberangi sungai yang arusnya sangat kencang.

“Kalau enggak digerebek, arah mereka ke kali karena satu satunya jalan untuk mengindari ya ke kali. Lalu informasi yang jelas itu dia bersama dengan satu teman namanya Nyong Diaz, katanya dia masih sempat pegang bahunya Nyong Diaz tapi barangkali namanya gerebek, masing-masing pasti selamatkan diri selanjutnya dia tidak pulang sampai sekarang,” ujarnya.

Mendapatkan laporan, tim Basarnas Kupang langsung melakukan pencarian terhadap keberadaan korban di sekitar area bendungan. Menggunakan peralatan seadanya, anggota Basar menyusuri sungai yang diduga tempat awal korban melompat lalu menghilang.

“Untuk pencarian tadi sudah dilakukan penyisiran anggota turun ke air, menggunakan tali disekitar TKM, tapi untuk hasil sementara masih nihil,” kata Komandan Tim Pencarian, Piter Melkianus Koroh.

Cuaca yang tidak bersahabat ditambah arus sungai yang sangat deras, aksi pencarian terhadap korban akan dilanjutkan Minggu (14/1) pagi, sambil berkoordinasi dengan keluarga tentang informasi terkini keberadaan korban.